Pentingnya Hormon Estrogen Terhadap Kesehatan Tulang

oleh : dr. Elizabeth (Younger Looks Clinic sub anti aging)

fracture_1

Osteoporosis yang berarti “tulang keropos”, disebabkan oleh kurangnya protein dan mineral, terutama Calsium sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah/fraktur. Insiden osteoporosis ini pada wanita lebih besar daripada pria karena penyusutan tulang sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Disini estrogen berperan untuk memelihara kekuatan tulang dengan mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang dan mencegah aktivitas penyerapan tulang oleh sel-sel osteoklas.

 

Sesudah menopause, kinerja indung telur akan mengalami penurunan sehingga produksi estrogen akan berkurang. Hilangnya estrogen pada saat menopause memiliki efek yang kritis pada kepadatan tulang. Sebelum masa menopause, hilangnya massa tulang pada wanita sama dengan yang terjadi pada pria (sekitar 3-5% per dekade) dan lebih berkaitan dengan gaya hidup yang bersifat menetap. Namun, sesudah menopause, massa tulang akan hilang sekitar 2% setiap tahunnya selama 5-10 tahun dan bersifat tetap sekitar 3% per dekade setelah usia 75 tahun.

Apakah kalsium saja cukup untuk mencegah osteoporosis saat menopause ?

Tidak cukup.

Di dalam tubuh, kalsium bekerja sinergis dengan bantuan hormon estrogen dalam mempertahankan kepadatan tulang. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 1990 dalam “Journal of Investigation endokrinologis” menunjukkan bahwa suplementasi estrogen pada wanita menopause meningkatkan kadar kalsitonin dalam darah. Peningkatan kalsitonin mencegah keropos tulang pada wanita dibandingkan pada kelompok yang tidak mengambil estrogen.

Selain itu, estrogen juga berfungsi menjaga keseimbangan antara sel penghancur tulang (osteoklas) dan sel pembentuk tulang (osteoblas) pada saat proses remodelling tulang. Estrogen bekerja spesifik dengan menghambat proses resorpsi/penyerapan tulang oleh osteoklas, sehingga tulang yang sudah diserap tadi akan diisi dengan tulang yang baru.

Pada wanita menopause, dimana kadar hormon estrogen menurun, jumlah tulang yang diserap lebih besar dari jumlah tulang baru yang menggantikan. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penurunan massa tulang yang berakibat pada osteoporosis.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan di The Journal Of Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa terdapat penurunan angka fraktur/patah tulang pada wanita post menopause yang telah diterapi estrogen dibandingkan wanita yang tidak diterapi. Perbandingan kepadatan tulang / BMD (Bone Minreal Density) pun lebih terlihat signifikan pada pasien yang sedang diterapi dibandingkan dengan yang belum pernah atau pernah terapi tapi sudah berhenti.

Studi lain yang dilakukan Women’s Health, Osteoporosis, Progestin, Estrogen (HOPE) menunjukkan penggunaan estrogen dosis rendah maupun kombinasi meningkatkan kepadatan tulang di panggul dan tulang belakang dalam waktu 4 tahun sejak onset menopause.

Memilih pilihan terapi yang tepat tidaklah mudah dan memerlukan pemahaman dasar yang cukup, serta mengerti tujuan dan berfokus terhadap kesehatan tiap wanita. Konsultasikan dengan dokter anda untuk pencegahan sedini mungkin.

 

ad sense


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *